Menyambut Ramadhan bukan sekadar menunggu datangnya bulan suci, tetapi menyiapkan diri agar layak dipertemukan dengannya. Dalam tradisi Islam, doa menjadi pintu awal kesiapan batin—ungkapan harap agar usia, iman, dan kesempatan masih Allah karuniakan.
Karena itu, doa menyambut Ramadhan tidak hanya dibaca, tetapi dihayati sebagai permohonan agar bulan penuh berkah ini benar-benar menjadi ruang perbaikan diri.
Makna Doa Menyambut Bulan Ramadhan
Doa menyambut Ramadhan pada hakikatnya adalah permohonan agar seorang Muslim dipertemukan dengan bulan suci dalam keadaan iman yang terjaga, kesehatan yang cukup, dan kesiapan menjalani ibadah. Doa ini mencerminkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah anugerah, bukan kepastian.
Para ulama menekankan bahwa berharap bertemu Ramadhan adalah bagian dari adab spiritual, karena banyak orang yang menanti tetapi tidak sempat menjalaninya.
Doa Agar Dipertemukan dengan Bulan Ramadhan
Salah satu doa yang dikenal luas dan bersumber dari hadis adalah doa berikut:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama. Isinya sederhana, namun sarat makna: harapan agar umur, iman, dan kesempatan beribadah masih Allah pertemukan dengan Ramadhan.
Doa Menyambut Ramadhan Sesuai Sunnah
Doa di atas sering dibaca oleh kaum Muslimin lintas organisasi dan mazhab, termasuk dalam tradisi keagamaan di berbagai kalangan. Esensinya bukan pada identitas kelompok, tetapi pada isi doa yang sejalan dengan tuntunan Nabi ﷺ.
Menyambut Ramadhan sesuai sunnah berarti memulai dengan doa, menata niat, dan menyiapkan diri—bukan sekadar menunggu datangnya hari pertama puasa.
Doa Menyambut Ramadhan dan Artinya dalam Bahasa Indonesia
Membaca doa dengan memahami artinya membantu menghadirkan kesadaran. Ketika seseorang memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan, sesungguhnya ia sedang mengakui keterbatasan dirinya dan menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah.
Doa yang dipahami maknanya akan lebih mudah diresapi dan diamalkan, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak di lingkungan keluarga dan pendidikan.
Doa sebagai Awal Perjalanan Ramadhan
Doa menyambut Ramadhan bukan tujuan akhir, melainkan awal perjalanan. Ia mengantarkan seorang Muslim memasuki bulan suci dengan kesiapan batin, sebagaimana dijelaskan dalam refleksi tentang menata niat dan hati sebelum Ramadhan .
Dengan doa, Ramadhan tidak hadir sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai peristiwa spiritual yang disambut dengan kesadaran dan rasa syukur.
Penutup
Doa menyambut bulan Ramadhan mengajarkan satu hal penting: bahwa tidak semua orang diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci. Karena itu, memohon agar dipertemukan dengannya adalah bentuk kerendahan hati dan pengakuan akan besarnya nikmat Ramadhan.
Semoga doa-doa yang dipanjatkan sebelum Ramadhan benar-benar menuntun kita menjalani puasa dengan makna, sebagaimana refleksi dalam makna menunaikan ibadah puasa Ramadhan , serta menguatkan kesadaran iman sepanjang bulan suci.
Catatan Editorial PelajaranCG
Di PelajaranCG, doa dipahami sebagai bagian dari proses belajar manusia. Doa menyambut Ramadhan bukan hanya bacaan sunnah, tetapi latihan kesadaran agar bulan suci dijalani dengan kesiapan hati, bukan sekadar kebiasaan.

Post a Comment for "Doa Menyambut Bulan Ramadhan: Harapan Dipertemukan dengan Bulan Suci"