Doa Awal dan Akhir Tahun Baru Islam Hijriah untuk Pelajar

Pergantian Tahun Baru Islam Hijriah sering kali berlalu tanpa banyak disadari, terutama oleh pelajar yang lebih akrab dengan kalender Masehi. Padahal dalam tradisi Islam, pergantian tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum refleksi untuk menata kembali niat, sikap, dan arah hidup.

Bagi pelajar, doa di awal dan akhir tahun Hijriah dapat menjadi sarana muhasabah—merenungkan perjalanan belajar, menyadari kekurangan, serta memohon bimbingan agar tahun yang akan datang dijalani dengan sikap yang lebih baik. Pemahaman tentang makna Tahun Baru Islam 1 Muharram membantu melihat doa ini sebagai bagian dari proses hijrah dan pendidikan karakter.

Pelajar membaca doa awal dan akhir tahun baru Islam Hijriah dengan suasana tenang

Dalam tradisi keislaman di Indonesia, doa awal dan akhir Tahun Baru Hijriah dikenal dan diamalkan oleh para ulama sebagai bagian dari pendidikan spiritual. Doa ini dinukil dalam berbagai literatur klasik, salah satunya kitab Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya, seorang ulama Nusantara.

Perlu dipahami bahwa doa ini tidak dinisbatkan sebagai hadis sahih dari Rasulullah SAW, melainkan termasuk amalan kebajikan (fadhâ’ilul a‘mâl) yang hidup dalam tradisi ulama dan pesantren, khususnya sebagai sarana pembinaan niat dan akhlak.

Doa Akhir Tahun Baru Islam Hijriah

Doa akhir tahun Hijriah dibaca sebagai bentuk refleksi atas perjalanan diri selama satu tahun. Dalam tradisi sebagian ulama, doa ini dibaca sebanyak tiga kali sebelum waktu Maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, tanpa ketentuan yang bersifat wajib atau mengikat.

Teks Doa Akhir Tahun Hijriah

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan dosa yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.”

Makna Reflektif bagi Pelajar

Doa akhir tahun ini mengajarkan pelajar untuk bersikap jujur pada diri sendiri, mengakui kesalahan tanpa putus asa, serta mensyukuri setiap kebaikan yang telah diusahakan. Refleksi semacam ini penting agar proses belajar tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab pribadi.

Doa Awal Tahun Baru Islam Hijriah

Setelah menutup tahun dengan refleksi, doa awal tahun Hijriah dibaca sebagai permohonan perlindungan dan bimbingan dalam menjalani tahun yang baru. Doa ini mengajak pelajar memulai tahun dengan niat yang lebih tertata dan kesadaran akan tanggung jawab belajar.

Teks Doa Awal Tahun Hijriah

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini telah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya. Aku memohon pertolongan-Mu dalam mengendalikan nafsu yang mendorong pada keburukan, serta bimbingan agar aktivitas keseharianku mendekatkanku kepada-Mu.”

Makna Reflektif bagi Pelajar

Doa awal tahun ini relevan bagi pelajar karena menekankan pentingnya pengendalian diri, perlindungan dari kebiasaan buruk, serta penggunaan waktu untuk hal-hal yang mendukung proses belajar dan pembentukan karakter.

Penutup

Doa awal dan akhir Tahun Baru Islam Hijriah mengajarkan pelajar untuk memaknai waktu sebagai amanah. Tahun yang berlalu menjadi bahan refleksi, sementara tahun yang datang menjadi ruang belajar yang baru.

Dengan memadukan doa, usaha, dan kesadaran diri, pelajar dapat menjalani proses hijrah secara lebih tenang dan realistis. Tahun baru bukan tekanan untuk menjadi sempurna, melainkan kesempatan untuk terus bertumbuh dengan niat yang lebih baik.

Sebagai kelanjutan refleksi, pelajar dapat memahami makna tahun baru bagi pelajar dalam berbagai tradisi di Indonesia, serta mengamalkan nilai hijrah melalui resolusi tahun baru yang realistis.

Post a Comment for "Doa Awal dan Akhir Tahun Baru Islam Hijriah untuk Pelajar"