Pernahkah Anda menerima jadwal rapat, tiket pesawat, atau undangan pertemuan yang tertulis 08.00 AM atau 07.30 PM?
Sebagian orang langsung memahami maksudnya. Namun, tidak sedikit pula yang harus berpikir sejenak.
"Ini jam delapan pagi atau malam, ya?"
Kebingungan seperti ini sebenarnya sangat wajar. Di Indonesia, kita lebih terbiasa menggunakan sistem waktu 24 jam, misalnya pukul 07.00, 13.00, atau 20.00. Sementara itu, banyak negara lain menggunakan sistem 12 jam yang dilengkapi dengan penanda AM dan PM.
Akibatnya, ketika pertama kali melihat tulisan AM atau PM, banyak orang merasa ragu. Bahkan masih banyak siswa maupun orang dewasa yang sering tertukar, terutama ketika harus menentukan apakah pukul 12.00 termasuk AM atau PM.
Padahal, jika sudah memahami konsep dasarnya, membedakan AM dan PM sebenarnya tidaklah sulit.
Melalui artikel Kurikulum Pelajarancg ini, kita akan mempelajari:
- apa arti AM dan PM;
- mengapa sistem ini digunakan;
- perbedaan AM dan PM;
- alasan mengapa pukul 12 sering membingungkan;
- cara paling mudah mengingatnya; serta
- contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita mulai dari hal yang paling mendasar.
Mengapa Ada Sistem AM dan PM?
Sebelum membahas arti AM dan PM, kita perlu memahami bahwa di dunia terdapat dua sistem penulisan waktu yang paling umum digunakan.
1. Sistem 24 Jam
Sistem ini merupakan sistem yang paling sering digunakan di Indonesia.
Contohnya:
- 06.00
- 09.30
- 13.00
- 16.45
- 20.15
Dalam sistem ini tidak diperlukan keterangan tambahan karena angka 00 sampai 23 sudah menunjukkan waktu secara jelas.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengatakan pukul 18.00, kita langsung mengetahui bahwa yang dimaksud adalah pukul enam sore.
Begitu pula ketika melihat pukul 22.00, kita memahami bahwa waktu tersebut adalah pukul sepuluh malam.
Karena itu, masyarakat Indonesia relatif jarang mengalami kebingungan saat menggunakan sistem 24 jam.
2. Sistem 12 Jam
Berbeda dengan sistem sebelumnya, sistem 12 jam hanya menggunakan angka 1 sampai 12.
Setelah mencapai angka 12, perhitungan kembali dimulai dari angka 1.
Sebagai contoh:
- pukul satu pagi ditulis 1.00
- pukul satu siang juga ditulis 1.00
Nah, di sinilah muncul masalah.
Jika hanya tertulis 1.00, bagaimana kita mengetahui apakah yang dimaksud adalah dini hari atau siang?
Agar tidak terjadi kesalahan, digunakanlah dua penanda waktu, yaitu AM dan PM.
Kedua singkatan inilah yang membedakan apakah suatu waktu terjadi sebelum tengah hari atau setelah tengah hari.
Apa Arti AM?
AM merupakan singkatan dari bahasa Latin Ante Meridiem.
Secara sederhana, Ante Meridiem berarti sebelum tengah hari.
Artinya, semua waktu yang dimulai sejak pergantian hari pada pukul 00.00 hingga menjelang pukul 12.00 siang menggunakan keterangan AM.
Dengan kata lain, AM digunakan untuk waktu:
- tengah malam;
- dini hari;
- subuh;
- pagi.
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut.
| Waktu Indonesia | Penulisan 12 Jam |
|---|---|
| 00.15 | 12.15 AM |
| 01.30 | 1.30 AM |
| 05.00 | 5.00 AM |
| 07.15 | 7.15 AM |
| 09.45 | 9.45 AM |
| 11.59 | 11.59 AM |
Perhatikan bahwa seluruh waktu tersebut masih berada sebelum pukul 12 siang.
Karena itulah semuanya menggunakan AM.
Cara Mudah Mengingat AM
Sebagian orang berusaha menghafal kepanjangan Ante Meridiem, padahal sebenarnya hal itu tidak wajib.
Cara yang jauh lebih mudah adalah menghubungkan AM dengan aktivitas yang biasa dilakukan pada pagi hari.
Misalnya ketika melihat tulisan 07.00 AM, bayangkan suasana ketika orang mulai bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat sekolah, atau berangkat bekerja.
Begitu juga ketika melihat 05.30 AM, bayangkan suasana menjelang matahari terbit ketika sebagian orang sedang berolahraga, salat Subuh, atau mempersiapkan aktivitas pagi.
Dengan menghubungkan AM pada kebiasaan sehari-hari, Anda tidak perlu menghafal istilah bahasa Latin. Otak akan lebih mudah mengingat berdasarkan pengalaman yang sering ditemui.
Selain itu, ingatlah satu kalimat sederhana berikut.
AM digunakan untuk semua waktu sebelum pukul 12 siang.
Kalimat pendek ini sudah cukup untuk membantu Anda membedakan sebagian besar penulisan waktu dalam sistem 12 jam.
Contoh Penggunaan AM dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar semakin memahami penggunaannya, berikut beberapa contoh yang sering dijumpai.
Seorang siswa memiliki jadwal masuk sekolah pukul 07.00 AM. Artinya, ia harus sudah berada di sekolah pada pukul tujuh pagi.
Seseorang memasang alarm di telepon genggam pada pukul 05.00 AM agar tidak terlambat bangun untuk berolahraga.
Sebuah penerbangan dijadwalkan berangkat pukul 08.30 AM, yang berarti pesawat lepas landas pada pukul delapan lewat tiga puluh menit pagi.
Dari contoh-contoh tersebut terlihat bahwa seluruh aktivitas masih berlangsung sebelum tengah hari, sehingga semuanya menggunakan AM.
Pada bagian berikutnya, kita akan membahas arti PM, perbedaannya dengan AM, serta menjawab pertanyaan yang paling sering membuat orang bingung, yaitu mengapa 12.00 siang menggunakan PM, sedangkan 12.00 malam menggunakan AM.

Post a Comment for "AM dan PM Itu Apa? Cara Mudah Membedakan Jam Pagi dan Malam Beserta Contohnya"