PELAJARAN AGAMA ISLAM: PENGERTIAN HIJRAH DAN ISTIQOMAH

KURIKULUM PELAJARAN: Menurut para ahli agama menyebutkan bahwa Hijrah dan Istiqomah adalah niat yang dilakukan menjadi sebuah tindakan untuk berhijrah menjadi lebih baik menuju jalan yang diridhai Allah SWT. Namun demikian, Hijrah dan Istiqomah memaknai prinsip yang sedikit berbeda sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Quran dan sunnah. Sebagai bahan referensi sobat pelajarancg.blogspot.com mengenai pengertian dari Hijrah dan Istiqomah dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, sehingga memotivasi siswa mengenal lebih dekat tentang apa manfaat maupun tujuan seorang muslim melakukannya.




PENGERTIAN TENTANG HIJRAH

Hijrah (dalam bahasa Arab: هِجْرَة) adalah perpindahan/migrasi dari Nabi Muhammad dan pengikutnya dari Mekkah ke Madinah pada bulan Juni tahun 622. Secara Bahasa, hijrah berarti Al Tarku yang artinya meninggalkan, baik meninggalkan tempat maupun sesuatu yang tidak baik menjadi lebih baik menuju jalan yang diridhai Allah SWT. sobat pelajarancg.blogspot.com mengenai hijrah, dalam syari’at Islam, diartikan meninggalkan Negeri Kafir menuju Negeri Islam karena takut fitnah. Fitnah disini maksudnya adalah bahaya yang dapat mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi maupun kelompok.


Dalam Hadits Bukhari Muslim mengatakan bahwa Rasullah SAW bersabda: "Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah" (HR. Bukhari dan Muslim)


Perkataan ini, diperkuat dalam Al-Quran Surat Annisa yang artinya: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S An-Nissa :100)


Secara maknawi Hijrah disebut juga hijrah mental atau hijrah qalbiyah (hijrah hati). Ini memaknai bahwa Hijrah ini merupakan awal mula terangkatnya kehidupan manusia dari kegelapan menuju cahaya islam, tuntutan Allah kepada Umat Islam agar bisa keluar secara total dari dominasi pengabdian terhadap syaitan dengan segala bentuk dan manifestasinya menuju pengabdian hanya kepada Allah.


Tentu saja terdapat perbedaan dalam memaknai Hijrah pada zaman Nabi Muhammad SAW dengan kondisi sekarang ini. Munurut sejarah, Hijrah adalah peristiwa perjalanan migrasi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dari kota Mekkah menuju kota Madinah. Peristiwa ini dilakukan dengan mengorbankan banyak hal mulai dari meninggalkan tanah kelahiran, harta, orang tercinta, dll.


Dalam kondisi sekarang ini, di mana kita hidup dilingkungan masyarakat yang pola kehidupannya banyak yang jauh dari nilai-nilai Islam, tentu diperlukannya hijrah dalam arti yang sesungguhnya menyesuaikan dengan kondisi-kondisi dari prinsip lingkungan tempat kita berada.


Pada prinsipnya, hakikat hijrah dalam kondisi seperti sekarang sebenarnya adalah komitmen pada ketentuan kita dengan meninggalkan segala bentuk sikap dan perilaku yang tidak menunjukkan ketaatan kepada Allah menuju jalan yang diridhai agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik baik secara tindakan maupun perkataan atau ucapan.


Sebagaimana hadits Tirmidzi mengatakan “Janganlah kamu menjadi orang yang mengekor (selalu mengikuti orang lain). Kamu mengatakan: jika mereka berbuat baik, kami pun berbuat baik. Dan jika mereka berbuat dzalim, kami pun berbuat dzalim. Tapi perkokohlah dirimu! Jika orang-orang berbuat baik, hendaknya kamu berbuat baik. Tetapi jika mereka berbuat jahat, janganlah kamu berbuat dzalim.” ( HR.Tirmidzi)



Islam mengajarkan kepada kita prinsip Hijrah yang pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Sebab itu, Hijrah mesti kita lakukan sekarang juga dan tidak boleh ditunda barang sedikitpun. Artinya, Hijrah adalah awal dari seseorang menuju untuk sesuatu yang lebih baik meninggalkan sesuatu yang buruk (sebelumnya), dan Istiqomah adalah langkah-langkah berikutnya yang ditempuh menuju ujung jalan kehidupan manusia, yaitu kematian. dimana seseorang yang berhijrah dan istiqomah maka ia akan dengan mudah dan nyaman sampai ketujuannya.


PENGERTIAN ISTIQOMAH

Istiqomah (dalam bahasa Arab: استقام ) adalah tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Secara Bahasa, Istiqomah berarti istiqama, yastaqimu, yang berarti tegak lurus memiliki keimanan seorang muslim yang baik secara pribadi kepada Allah SWT.


Istiqamah menurut para sahabat Nabi Muhammad SAW, menyebutkan bahwa:
  • Menurut Abu Bakar Ash Shiddiq, istiqamah adalah tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu.
  • Menurut Ustman Bin Affan, istiqamah adalah Ikhlas dalam mengerjakan banyak hal.
  • Menurut Abi bin Abi Thalib, istiqamah adalah melaksanakan suatu kewajiban yang sudah ditetapkan.



Untuk beristiqomah tentu tidak mudah dan bahkan sangat sulit. Hal ini sebagai mana sabda Rasulullah : Istiqomah, dan kalian tidak akan menjangkaunya (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majjah). Bahkan dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW bersabda : "AL ISTIQOMATU KHOIRUN MIN ALFI KAROMAH" yang artinya "Istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah."

PELAJARAN AGAMA ISLAM: PENGERTIAN HIJRAH DAN ISTIQOMAH


Dari hadits-hadits Rasul ini betapa luar biasanya kekuatan istiqomah, karena Allah akan memberikan kepada orang yang istiqomah 1000 karomah, satu karomah saja sudah dahsyat apalagi 1000 karomah. Kita sering mendengar kata keramat yaitu karomah, sesuatu yang diberikan kepada para wali Allah. Inilah alasannya menjadi istiqomah tidak mudah namun bukan hal yang mustahil, semua kembali kepada kekuatan niat untuk berhijrah dan istiqomah.



HIJRAH DAN ISTIQOMAH DALAM MEMPELAJARI AGAMA ISLAM SEBENARNYA

Agama Islam adalah agama yang mengiman satu Tuhan yaitu Allah SWT. Oleh sebab itu segala hal yang bersifat godaan duniawi perlu ditinggalkan dengan berhijrah secara sungguh-sungguh bukan sekeder mengucapkan doa ataupun niat semata. Untuk mencapai Iman kepada Allah adalah dengan berhijrah dan Istiqomah, dimana niat yang dilakukan menjadi sebuah tindakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkomitmen pada ketentuan kita dengan meninggalkan segala bentuk sikap dan perilaku yang tidak menunjukkan ketaatan kepada Allah menuju jalan yang diridhai agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik baik dan diharapkan tegak lurus memiliki keimanan seorang muslim yang baik secara pribadi dalam mengimani Allah SWT.


KESIMPULAN PELAJARAN AGAMA ISLAM: PENGERTIAN HIJRAH DAN ISTIQOMAH

Dalam al-Qur'an Surat Fushilat ayat 30, Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa seseorang yang senantiasa istiqomah, kelak akan dihibur para malaikat agar tidak merasa takut dan sedih.


Namun pada kenyataannya kondisi keimanan seseorang terkadang naik-turun sehingga untuk Untuk beristiqomah tentu tidak mudah dan bahkan sangat sulit. Oleh sebab itu sangat penting bagi siswa untuk memahami kurikulum pelajarancg tentang Islam lebih mendalam terutama prinsip-prinsip dasan seorang muslim sehingga jika diizinkan oleh Allah SWT, pelajar termasuk diri kita sendiri menemukan cara-cara terbaik dalam memotivasi hidup sehari-hari agar tetap tetap istiqomah yang dimulai dari hijrah menjadi lebih baik.


Seperti kata motivasi tentang hijrah menyebutkan Iman tanpa hijrah tidak bermakna, hijrah tanpa jihad berarti tidak berbuah. Muslimah sejati adalah muslimah yang berkemajuan dan istiqomah.

Post a Comment for "PELAJARAN AGAMA ISLAM: PENGERTIAN HIJRAH DAN ISTIQOMAH"