Sahur dan Berbuka Puasa: Praktik Ibadah Harian dalam Puasa Ramadhan

Sahur dan berbuka merupakan dua praktik harian yang menyertai ibadah puasa Ramadhan. Keduanya tidak termasuk rukun puasa, tetapi memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan puasa sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan dijelaskan dalam hadis-hadis sahih.

Pembahasan sahur dan berbuka perlu ditempatkan sebagai praktik ibadah, bukan sekadar kebiasaan makan. Dengan pemahaman yang tepat, sahur dan berbuka menjadi bagian dari disiplin puasa yang tertib dan bernilai ibadah.

Sahur dan berbuka puasa sebagai praktik ibadah harian dalam Islam

Sahur dalam Puasa Ramadhan

Sahur adalah makan dan minum yang dilakukan sebelum terbit fajar dengan tujuan menguatkan diri untuk berpuasa. Rasulullah ﷺ menganjurkan sahur sebagaimana sabdanya:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa sahur adalah amalan yang dianjurkan (sunnah), bukan kewajiban. Keberkahan sahur dipahami oleh para ulama mencakup kekuatan fisik, kesiapan ibadah, dan perbedaan antara puasa umat Islam dengan puasa umat sebelumnya.

Waktu Sahur dan Batasannya

Sahur dilakukan pada malam hari hingga menjelang terbit fajar. Rasulullah ﷺ mencontohkan sahur yang dilakukan mendekati waktu subuh, namun tetap berhenti sebelum fajar terbit.

Ketentuan waktu sahur ini berkaitan langsung dengan niat puasa. Karena itu, niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum fajar, sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan khusus tentang niat: Niat dalam Puasa: Dasar Keabsahan Ibadah Menurut Syariat Islam.

Dengan demikian, sahur dan niat berada dalam satu rangkaian kesiapan ibadah, meskipun keduanya memiliki kedudukan hukum yang berbeda.

Berbuka Puasa sebagai Tanda Selesainya Ibadah Harian

Berbuka puasa adalah mengakhiri puasa ketika matahari telah terbenam. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar seorang muslim menyegerakan berbuka ketika telah tiba waktunya.

Dalam hadis sahih disebutkan:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Anjuran ini menunjukkan bahwa berbuka bukan hanya soal makan, tetapi ketaatan terhadap ketentuan waktu yang telah ditetapkan dalam syariat.

Doa saat Berbuka Puasa

Doa saat berbuka puasa termasuk amalan yang dianjurkan. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan, terutama ketika ia berbuka.

Namun, para ulama menegaskan bahwa tidak ada satu lafaz doa yang diwajibkan. Doa berbuka dapat dilakukan dengan lafaz yang bersumber dari hadis atau dengan doa lain yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Penegasan ini penting agar doa berbuka tidak dipahami sebagai bacaan baku yang menentukan sah atau tidaknya puasa.

Sahur dan Berbuka dalam Kerangka Puasa sebagai Ibadah

Sahur dan berbuka merupakan praktik yang menyertai puasa, tetapi tidak menentukan sah atau batalnya ibadah. Sah atau tidaknya puasa tetap ditentukan oleh terpenuhinya syarat, rukun, dan niat puasa.

Pemahaman ini sejalan dengan pengertian puasa dalam Islam sebagai ibadah yang memiliki aturan jelas dan tujuan yang terarah. Penjelasan menyeluruh mengenai puasa sebagai ajaran Islam dapat dibaca pada halaman pelajarancg: Puasa dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Hikmahnya bagi Kehidupan.

Nilai Disiplin dalam Sahur dan Berbuka

Melalui sahur dan berbuka, Islam mengajarkan kedisiplinan waktu dan ketaatan terhadap batas-batas ibadah. Sahur melatih kesiapan sebelum ibadah dimulai, sedangkan berbuka melatih kepatuhan untuk berhenti tepat ketika waktunya tiba.

Dengan cara ini, sahur dan berbuka menjadi bagian dari pembentukan sikap tertib dan tanggung jawab dalam menjalani puasa Ramadhan.

Penutup

Sahur dan berbuka puasa merupakan praktik ibadah harian yang memiliki dasar kuat dalam hadis sahih. Keduanya dianjurkan sebagai bagian dari adab puasa, bukan sebagai penentu sah atau tidaknya ibadah.

Dengan memahami kedudukan sahur dan berbuka secara proporsional, puasa Ramadhan dapat dijalani dengan tertib, tenang, dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Editorial Note – PelajaranCG

Tulisan ini disusun untuk menempatkan sahur dan berbuka sebagai praktik ibadah harian yang bersumber dari hadis sahih, agar puasa dipahami secara tertib antara yang bersifat anjuran dan yang bersifat penentu sah ibadah.

Post a Comment for "Sahur dan Berbuka Puasa: Praktik Ibadah Harian dalam Puasa Ramadhan"