INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM

Simbiosis bakteri rhizobium dengan bintil akar tumbuhan polong-polongan (Gambar : Pelajarancg/ipa)


Pelajarancg.blogspot.com: Dalam lingkungan yang normal atau alami, antar komponen menjalin interaksi. Interaksi tersebut terjadi antara komponen abiotik dengan biotik maupun antar komponen yang ada dalam kedua komponen tersebut.


1. Interaksi Komponen Abiotik dengan Komponen Biotik

Komponen biotik banyak dipengaruhi oleh komponen abiotik. Tumbuhan sangat bergantung keberadaan dan pertumbuhannya dari tanah, air, udara tempat hidupnya. Jenis tanaman tertentu dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tanah tertentu. Sebaran tumbuhan juga sangat dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Misalnya di pantai, tanaman kelapa dapat tumbuh subur, tetapi tidak demikian di daerah pegunungan. Sebaliknya komponen abiotik juga dipengaruhi oleh komponen biotik. Keberadaan tumbuhan mempengaruhi kondisi tanah, air, dan udara disekitarnya. Banyaknya tumbuhan membuat tanah menjadi gembur dan dapat menyimpan air lebih banyak serta membuat udara menjadi sejuk. Organisme lainnya seperti cacing juga mampu menggemburkan tanah, menghancurkan sampah atau serasa daun, dan menjadikan pengudaraan tanah menjadi lebih baik, sehinga semua dapat menyuburkan tanah.

Pelajari: APA YANG DIMAKSUD DENGAN KOMPONEN BIOTIK DALAM LINGKUNGAN HIDUP

2. Interaksi antarkomponen Abiotik

Di alam antar komponen abiotik juga saling berinterkasi. Komponen abiotik dapat memengaruhi komponen abiotik lain secara timbal balik. Proses pelapukan batuan dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim juga mempengaruhi keberadaan air di suatu wilayah. Suhu udara di suatu tempat dalam kadar tertentu dipengaruhi oleh warna batuan, kandungan mineral dalam air juga dipengaruhi oleh batuan dan tanah yang dilaluinya. Contoh lain, jika intensitas cahaya matahari yang mengenai suatu perairan meningkat mengakibatkan laju penguapan meningkat. Dari peristiwa tersebut terbentuklah awan yang apabila dalam jumlah banyak dapat menghalangi sinar matahari ke bumi, sehingga intensitas cahaya matahari ke bumi berkurang, di samping juga dapat menyebabkan air hujan kembali ke perairan.


3. Interaksi antarkomponen Biotik

Antar komponen biotik juga terjadi interaksi. interaksi tersebut dapat terjadi antar organisme, populasi maupun komunitas.


a. Interaksi antarorganisme

Di alam, pada umumnya suatu komunitas terdiri atas beberapa populasi baik tumbuhan maupun hewan. Di antara individu tersebut akan terjadi berbagai kemungkinan tipe interaksi biologis antara individu yang satu dengan individu lainnya. Barkholder (1952, dalam Barboker dkk; 1986) menyusun beberapa kemungkinan interaksi yang dapat terjadi antara anggota komunitas pada gambar.


Netralisme adalah interaksi antara dua jenis organisme yang tidak saling memengaruhi. Artinya, jika “On” kedua belah pihak (A dan B) tidak terpengaruh (netral), demikian pula jika “Off”. Interaksi netralisme sesungguhnya jarang terjadi di alam. Contoh : kambing vs kupu-kupu.

https://pelajarancg.blogspot.com/
Gambar : Tabel 1 Daftar kemungkinan tipe interaksi biologis “On” jika organisme A dan B cukup dekat dan berinteraksi, “Off” jika tidak terjadi interaksi.



Mutualisme adalah bentuk interaksi obligat (kekerasan). Jika “On” maka kedua belah pihak akan untung, sedangkan jika “off” maka kedua belah pihak akan rugi (tertekan). Contoh: fiksasi nitrogen simbiotik antara bakteri rhizobium dengan bintil akar tumbuhan polong-polongan. (gambar) contoh lain adalah mychorrizae, yaitu hypa jamur tertentu menyelimuti ujung akar pohon dan membentuk jaring-jaring penyerap yang melakukan penyerapan nutrisi oleh pohon. Jamur mendapat suplai makanan (hasil fotosintesis) dari pohon tersebut. Mychorrizae ada dua macam yaitu ectomychorrizae dan endomychorrizae.


Protokoperasi adalah bentuk interaksi fakultatif (tidak merugikan keduanya) antara dua organisme sehingga jika “On” maka kedua belah pihak akan untung (terpacu), sedangkan bila “Off” maka keduanya tidak terpengaruh (netral). Salah satu contoh interaksi ini adalah saling menempelnya akar (graft) antara dua pohon. Diketahui ada beberapa jenis pohon yang membentuk graft alami. Sebagian dari mereka menggunakan graft interspesifik, bahkan ada yang sampai intergenerik (sudah berkembang jauh). Kedua pohon yang mengalami graft akan saling bertukar hasil fotosintesis dari pohon, sehingga menghasilkan fotosintesis yang lebih seragam.


Komensalisme adalah interaksi yang menstimulir secara menguntungkan satu organisme tapi tidak berpengaruh terhadap organisme lainnya. Contoh : tumbuhan epifit seperti lumut, paku-pakuan, dan anggrek. Tumbuhan epifit ini tidak menyerap makanan (fotositrat) dari tumbuhan inangnya. Terkadang ada tumbuhan epifit yang berubah menjadi parasit jika tumbuhan inang mengembangkan organ penyerap (haustoria) yang menembus floem tubuh inang.


Parasitisme, predasi dan herbivore pada umumnya mempunyai pola interaksi yang sama. Jika “On” maka salah satu organisme diantaranya akan untung (terpacu) sedangkan organisme lainnya akan rugi (tertekan). Sebaliknya, jika “Off” maka organisme yang semula untung akan rugi (tertekan) sedang organisme yang semula rugi akan untung. Interaksi parasitisme melibatkan organisme inang dan parasit. Parasit biasanya lebih kecil dari pada inang. Parasit ada yang bersifat ecto-parasit dan adapula yang bersifat endo-parasit. Parasit tidak memakan organisme melainkan menghisap nutrient dari inang. Contoh : kerbau vs kutu, dimana kutu menghisap darah dari kerbau.


Predasi (predatorisme) atau disebut juga pemangsa adalah interaksi antara pemangsa (predator) dan mangsa (preis). Pada umumnya pemangsa lebih besar dari pada mangsa. Berbeda dengan parasit, pemangsa akan memakan organisme mangsanya. Jadi, pemangsa akan membunuh mangsanya. Sebagai contoh: Burung jalak vs kutu kerbau. Burung jalak akan memangsa kutu-kutu pada kulit kerbau. Nah, interaksi apakah yang terjadi antara burung jalak dengan kerbau di mana interaksi tersebut bukan bersifat keharusan (obligat)?

Gambar : contoh simbiosis mutualisme (interaksi hewan burung jalak dengan kutu kerbau)



Herbivori adalah bentuk interaksi dimana hewan mengonsumsi seluruh atau sebagian tumbuhan dari konsumen. Konsumen pemakan jaringan hidup disebut biofag dan konsumen pemakan jaringan mati disebut saprofag. Hewan yang bersifat saprofag disebut detritifor. Detritifor sesungguhnya adalah konsumen yang biasanya memakan detritus, yaitu serpihan bahan-bahan organik dari tumbuhan. Contoh: semut, cacing, serangga tanah dan sebagainya.


b. Interaksi antarpopulasi

Interaksi antar populasi dapat melibatkan dua atau lebih populasi makhluk hidup. Seperti halnya interaksi antar individu, interaksi antar populasi terdiri atas beberapa tipe yaitu kompetisi dan amensalisme.


Kompetisi melibatkan dua atau lebih populasi yang membutuhkan (menggunakan) sumber daya yang sama tetapi jumlahnya terbatas. Jika sumber dayanya melimpah maka tidak terjadi kompetisi. Dalam ekologi dikenal konsep “The Gause’s competitive exclusion principle”, yang maksudnya bahwa pada setiap kompetisi akan ada orgaisme yang tergusur. Pada interaksi kompetisi jika “On” maka kedua populasi yang terlibat akan rugi (tertekan), sedangkan jika “Off” maka populasi yang terlibat akan netral (tidak terpengaruh).


Kompetisi dibedakan atas kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik. Kompetisi intraspesifik adalah kompetisi yang terjadi atas organisme dengan spesies yang sama. Contoh: anjing vs anjing dalam berebut makanan atau pasangan; contoh lain, tumbuhan mangga vs tumbuhan mangga, dalam satu bidang pohon untuk berebut nutrisi, air, cahaya, dan sebagainya. Kompetisi interspesifik adalah kompetisi yang terjadi antara organisme dengan yang terjadi antara organisme dengan spesies yang berbeda. Contoh: singa vs harimau dalam berebut mangsa di hutan; contoh lain, tumbuhan mangga dengan durian dalam satu bidang lahan untuk berebut nutrisi, air, cahaya, dan sebagainya. Kompetisi intraspesifik lebih “keras” dari kompetisi interspesifik; mengapa demikian?


Amensalisme adalah suatu bentuk interaksi biologis yang jika “On” maka organisme yang satu akan untung (terpacu) atau dapat juga netral (+/o) dan apabila “Off” maka kedua belah pihak akan netral. Contoh amensalisme adalah alslokemis (alelopati khusus tumbuhan). Pada interaksi alelopati, tumbuhan tertentu melepaskan bahan kimia tertentu (produk metabolik) ke lingkungan sehingga memengaruhi (menghambat pertumbuhan) tumbuhan tertentu yang ada disekitarnya. Fenomena ini terjadi tidak menguntungkan (o) pada tumbuhan yang mengeluarkan zat kimia (baca : zat alelopati). Dalam jangka panjang, tumbuhan tersebut untung (+) karena dengan tertekannya tumbuhan tertentu di sekitarnya akhirnya akan menguasai sumber daya di sekitarnya. Karena itu, interaksi amensalisme dapat dipandang sebagai mekanisme kompetisi agresif. Contoh tumbuhan yang mengeluarkan zat alelopati adalah: alang-alang, pinus, kamboja. Nah, kenapa keragaman jenis vegetatif bawah tumbuhan pinus relative rendah?

Pelajari: PERBEDAAN KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK BERIKUT PENJELASANNYA

c. Interaksi antarkomunitas

Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi berbeda yang saling berinteraksi di suatu wilayah yang sama sebagai contoh adalah komunitas padang rumput yang dihuni oleh beberapa populasi diantaranya kuda, banteng, ular, belalang, singa, macan, serigala dan lain-lain. Contoh komunitas lainnya adalah komunitas sungai yang terdiri atas beberapa populasi seperti buaya, kuda nil, ular, ikan, plankton, dan lain-lain. Antara komunitas padang rumput dan sungai terjadi interaksi berupa peredaran organisme dari kedua komunitas tersebut. Kuda, banteng dapat menjadi sumber makanan bagi buaya, sebaliknya di sungai, ikan dapat menjadi makanan bagi macan.


Meskipun berbeda dengan simbiosis bakteri rhizobium dengan bintil akar tumbuhan polong-polongan, tentu dari pembahasan Pelajarancg.blogspot.com: diatas, semoga para pelajar sudah mulai mengerti apa itu interanksi komponen ekosistem? dan mampu menjelaskan jenis ekosistem tersebut.

Pelajari: Ekosistem, Pengertian, Jenis, struktur dan contohnya

Pelajari artikel baru lainnya di Kurikulum Pelajarancg terkait bahan ajar, soal, pembahasan maupun topik mata pelajaran IPA terkini. Kunjungi blog pendidikan Pelajarancg.blogspot.com, Dengan demikian Anda akan menemukan sumber belajar terkini dari berbagai materi pelajaran juga bahan ajar


Referensi materi Pelajarancg.blogspot.com: Ramlawati, Dkk. (2017). Sumber Belajar Penunjang PLGPG Mata Pelajaran IPA Bab VI Ekologi. Kemdikbud Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik

Post a Comment for "INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM"