Program Sekolah Penggerak menempatkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai fondasi utama dalam perancangan pembelajaran. CP tidak lagi dipahami sebagai daftar target materi, melainkan sebagai arah perkembangan kompetensi peserta didik yang dicapai secara bertahap dan bermakna.
Untuk memahami posisi CP dalam Sekolah Penggerak, perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan paradigma kurikulum yang menekankan pembelajaran berpusat pada murid, bukan sekadar penyampaian konten.
Posisi Capaian Pembelajaran dalam Program Sekolah Penggerak
Dalam kebijakan Sekolah Penggerak yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, CP berfungsi sebagai acuan utama dalam merancang tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, hingga asesmen pembelajaran.
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang menekankan kompetensi per tahun, CP disusun per fase perkembangan peserta didik. Pendekatan ini memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai konteks dan kebutuhan murid.
Penjelasan menyeluruh mengenai definisi CP dapat dibaca dalam artikel Capaian Pembelajaran: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Tujuan Pembelajaran .
Pergeseran Paradigma Kurikulum melalui CP
Sekolah Penggerak menandai pergeseran penting dalam cara sekolah memaknai keberhasilan belajar. CP tidak diturunkan menjadi daftar indikator sempit, melainkan dijadikan arah jangka menengah yang memberi fleksibilitas pedagogis bagi guru.
Paradigma ini menuntut guru untuk memahami CP secara konseptual, bukan sekadar menyalin rumusan ke dalam perangkat ajar. Guru berperan sebagai perancang pengalaman belajar, bukan hanya pelaksana silabus.
Peran CP dalam Perencanaan Pembelajaran Sekolah Penggerak
Dalam praktik Sekolah Penggerak, CP menjadi titik awal penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Hubungan antara CP dan TP bersifat hierarkis, di mana TP merupakan penjabaran operasional dari CP.
Pembahasan tentang hubungan CP dan TP dijelaskan secara khusus dalam artikel Cara Memahami Capaian Pembelajaran (CP) dan Implementasinya di Kelas .
Melalui pendekatan ini, Sekolah Penggerak mendorong sekolah untuk fokus pada proses belajar yang berkelanjutan, bukan pada ketercapaian target administratif semata.
Capaian Pembelajaran sebagai Dasar Asesmen
CP dalam Sekolah Penggerak juga berfungsi sebagai rujukan utama dalam asesmen pembelajaran. Asesmen dirancang untuk memantau perkembangan murid menuju capaian fase, bukan untuk menghakimi keberhasilan belajar secara instan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip asesmen formatif yang ditekankan dalam kebijakan Sekolah Penggerak, di mana umpan balik menjadi bagian penting dari proses belajar.
CP dan Budaya Belajar di Sekolah Penggerak
Pemahaman CP yang utuh berkontribusi pada terbentuknya budaya belajar baru di sekolah. Sekolah tidak lagi terjebak pada kejar tayang materi, melainkan pada penguatan kompetensi, karakter, dan kemandirian belajar murid.
Budaya ini hanya dapat tumbuh jika seluruh warga sekolah memahami CP sebagai arah bersama, bukan sebagai beban administratif.
Penutup
Konsep Capaian Pembelajaran dalam Sekolah Penggerak menunjukkan bahwa perubahan kurikulum tidak berhenti pada dokumen, melainkan pada cara sekolah memaknai belajar.
CP menjadi kompas pedagogis yang menuntun guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran yang bermakna, fleksibel, dan berpihak pada murid.
Pembahasan CP dalam konteks Kurikulum Merdeka secara luas dapat ditelusuri melalui artikel Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap .
Catatan Editorial – PelajaranCG
Tulisan ini disusun untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan
memahami Capaian Pembelajaran dalam konteks Program Sekolah Penggerak,
bukan sebagai pengulangan definisi,
melainkan sebagai upaya membaca perubahan paradigma belajar
yang dihadirkan melalui kebijakan kurikulum.

Post a Comment for "Konsep Capaian Pembelajaran dalam Sekolah Penggerak: Fondasi Desain Belajar dan Perubahan Paradigma Kurikulum"