Banyak guru sudah membaca dokumen Capaian Pembelajaran (CP), namun masih merasa ragu ketika harus menerjemahkannya ke dalam praktik di kelas. CP terasa normatif, panjang, dan jauh dari realitas pembelajaran harian.
Tulisan ini tidak bertujuan mengulang definisi atau kebijakan, melainkan membantu guru memahami CP secara fungsional: bagaimana membacanya, menafsirkan maknanya, dan menggunakannya sebagai arah pembelajaran yang nyata.
Memahami Posisi Capaian Pembelajaran
Langkah pertama memahami CP adalah menempatkannya pada posisi yang tepat. CP bukan rencana mengajar, bukan pula daftar materi, melainkan tujuan akhir pembelajaran dalam satu fase.
Pemahaman dasar tentang CP dan perbedaannya dengan tujuan pembelajaran telah dibahas dalam artikel: Capaian Pembelajaran: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Tujuan Pembelajaran .
Dengan memahami posisi ini, guru tidak lagi membaca CP sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai arah besar yang memberi ruang kreativitas.
Membaca CP: Jangan Langsung ke Kalimat, Pahami Maknanya
Kesalahan umum dalam memahami CP adalah membaca teksnya secara harfiah, tanpa menangkap maksud yang ingin dicapai. Padahal CP disusun untuk dibaca sebagai satu kesatuan makna, bukan potongan indikator.
Saat membaca CP, guru perlu memperhatikan:
- kompetensi utama yang ingin dicapai peserta didik,
- ruang lingkup pengetahuan dan keterampilan,
- keterkaitan dengan sikap dan nilai.
Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Kurikulum Merdeka yang menempatkan CP sebagai tujuan fase, bukan sebagai daftar aktivitas belajar.
Memahami CP Berdasarkan Fase
Capaian Pembelajaran disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik. Artinya, CP tidak berdiri sendiri per kelas, melainkan dirancang untuk dicapai secara bertahap.
Guru tidak dituntut menuntaskan seluruh CP dalam satu tahun, melainkan memastikan pembelajaran bergerak menuju arah yang benar sesuai fase peserta didik.
Penjelasan kebijakan tentang fase dan struktur CP dibahas lebih rinci dalam artikel: Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap .
Dari CP ke Tujuan Pembelajaran
Implementasi CP di kelas dimulai dengan menurunkannya menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah jembatan antara rumusan CP dan kegiatan belajar harian.
Dalam proses ini, guru perlu:
- memilih bagian CP yang relevan dengan konteks kelas,
- menyusunnya menjadi tujuan yang lebih spesifik,
- menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan peserta didik.
Tidak ada satu cara baku. Kurikulum Merdeka memberi ruang agar guru menentukan strategi terbaik sesuai kondisi nyata di kelas.
Implementasi CP dalam Pembelajaran Sehari-hari
CP menjadi bermakna ketika hadir dalam praktik pembelajaran, bukan hanya di dokumen perencanaan. Dalam kelas, CP tercermin melalui:
- pemilihan aktivitas belajar yang relevan,
- pertanyaan pemantik yang mendorong berpikir,
- asesmen yang mengukur pemahaman, bukan hafalan.
Dengan cara ini, pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar target materi, melainkan membantu peserta didik tumbuh sesuai kompetensi yang diharapkan.
Memahami CP sebagai Proses, Bukan Target Instan
Salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah menganggap CP harus tercapai secara cepat dan seragam. Padahal CP dirancang sebagai proses jangka menengah, bukan hasil instan.
Guru berperan memastikan arah pembelajaran tetap selaras, sementara capaian peserta didik dapat berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda.
CP sebagai Kompas Pembelajaran
Capaian Pembelajaran akan terasa berat jika dibaca sebagai kewajiban administratif. Namun ketika dipahami sebagai kompas, CP justru membantu guru merancang pembelajaran yang lebih terarah dan bermakna.
Di ruang kelas, pemahaman CP bukan soal menghafal dokumen, melainkan tentang bagaimana pembelajaran memberi dampak nyata bagi peserta didik.
Editorial Note – PelajaranCG
Tulisan ini ditujukan untuk membantu guru menjembatani dokumen Capaian Pembelajaran dengan praktik pembelajaran di kelas, tanpa kehilangan makna dan konteks kebijakan.

Post a Comment for "Cara Memahami Capaian Pembelajaran (CP) & Implementasi di Kelas"