Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini memiliki dasar yang jelas dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih, serta menjadi bagian penting dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Dasar Al-Qur’an tentang Peristiwa Isra
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami.”
(QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menjadi landasan utama pembahasan tentang perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW, yang secara lebih rinci dijelaskan dalam berbagai riwayat hadits sahih.
Pengertian dan Garis Besar Peristiwa Isra dan Miraj
Secara garis besar, peristiwa Isra Miraj terbagi menjadi dua bagian: perjalanan Isra dan perjalanan Miraj. Uraian lengkap tentang kronologi peristiwa ini dibahas dalam tulisan Kisah dan Peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW .
Isra
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dalam satu malam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits sahih.
Miraj
Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit hingga Sidratul Muntaha. Penjelasan tentang latar belakang dan konteks peristiwa ini dibahas dalam tulisan Latar Belakang Peristiwa Isra Miraj .
Kendaraan Buraq dalam Peristiwa Isra
“Aku didatangi Buraq, seekor hewan berwarna putih, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bagal. Setiap langkahnya sejauh mata memandang…”
(HR. Muslim no. 162)
Penjelasan mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW dan kendaraan yang digunakan juga dibahas dalam tulisan 4 Hikmah di Balik Perjalanan Nabi Muhammad SAW .
Sidratul Muntaha dan Perintah Salat Lima Waktu
“Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha…”
(HR. Bukhari no. 7517; Muslim no. 162)
“Allah mewajibkan kepada umatku salat lima puluh kali, kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu…”
(HR. Bukhari no. 349; Muslim no. 162)
Makna dan tujuan dari peristiwa Isra Miraj, termasuk kedudukan salat, dibahas lebih lanjut dalam tulisan Tujuan Peringatan Isra Miraj .
Hikmah, Keteladanan, dan Nilai Pendidikan
Peristiwa Isra Miraj mengandung berbagai hikmah dan pelajaran. Pembahasan khusus mengenai hikmah peristiwa ini dapat dibaca pada tulisan 5 Hikmah Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW .
Nilai keteladanan Rasulullah SAW yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj juga dijelaskan dalam tulisan Pesan Inti Keteladanan dari Peristiwa Isra Miraj .
Isra Miraj dalam Peringatan dan Pembelajaran
Dalam praktik pendidikan dan masyarakat, Isra Miraj diperingati sebagai sarana pembelajaran dan refleksi. Berbagai tema dan bentuk peringatan dirangkum dalam tulisan Hari Isra Miraj: Kumpulan Tema Peringatan .
Untuk kebutuhan pembelajaran formal, ringkasan materi Isra Miraj tersedia dalam tulisan Rangkuman Materi SKI Kelas 4 MI: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW .
Penutup
Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa penting yang memiliki dasar Al-Qur’an dan hadits sahih, serta memiliki kedudukan strategis dalam pembelajaran sejarah dan ibadah umat Islam. Oleh karena itu, pembahasan peristiwa ini perlu disusun secara terarah, berbasis sumber tepercaya, dan disajikan dengan pendekatan pendidikan.
Editorial Note – PelajaranCG
Tulisan ini disusun sebagai halaman pengantar utama untuk memahami peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW berdasarkan Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih. Penyusunan materi dilakukan dengan pendekatan pendidikan, mengacu pada rujukan keislaman yang dapat dipertanggungjawabkan, serta selaras dengan kebutuhan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Pembahasan pada halaman ini difokuskan pada kerangka dasar peristiwa, sementara uraian lanjutan mengenai sejarah, hikmah, amalan, keteladanan, dan peringatan Isra Miraj disajikan dalam tulisan terpisah agar pembelajaran lebih terarah dan mendalam.
PelajaranCG berkomitmen menyajikan materi keislaman tanpa opini bebas, berbasis sumber tepercaya, serta menggunakan bahasa yang wajar, edukatif, dan bertanggung jawab.

Post a Comment for "Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur’an dan Hadits Sahih"