Capaian Pembelajaran Jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen dalam Kurikulum Merdeka

Dalam Kurikulum Merdeka, Capaian Pembelajaran (CP) dirancang sebagai kerangka kompetensi nasional yang berlaku lintas jenjang pendidikan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar (Dikdas), hingga pendidikan menengah (Dikmen), CP disusun untuk memastikan kesinambungan perkembangan peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan.

Tulisan ini membahas bagaimana Capaian Pembelajaran diposisikan pada setiap jenjang pendidikan dalam Kurikulum Merdeka, berdasarkan dokumen resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Kesinambungan capaian pembelajaran dari PAUD hingga pendidikan menengah

Capaian Pembelajaran sebagai Kerangka Lintas Jenjang

Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang menempatkan kompetensi secara terpisah pada tiap tingkat kelas, Kurikulum Merdeka menyusun Capaian Pembelajaran sebagai rangkaian kompetensi lintas jenjang.

CP tidak dimaksudkan sebagai target jangka pendek, melainkan sebagai arah perkembangan kemampuan yang dibangun sejak usia dini hingga peserta didik menyelesaikan pendidikan menengah. Pendekatan ini menegaskan bahwa proses belajar bersifat kumulatif, bukan fragmentaris.

Pengertian dasar CP serta perbedaannya dengan tujuan pembelajaran dibahas dalam artikel pilar: Capaian Pembelajaran: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Tujuan Pembelajaran .


Capaian Pembelajaran pada Jenjang PAUD

Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Capaian Pembelajaran ditempatkan sebagai fondasi perkembangan peserta didik. CP PAUD menekankan pertumbuhan anak secara holistik, mencakup nilai dan karakter, bahasa, kognitif, sosial-emosional, serta motorik.

Dalam kebijakan Kurikulum Merdeka, CP PAUD tidak diarahkan pada penguasaan akademik formal, melainkan pada kesiapan belajar dan pembentukan sikap dasar. Pendekatan bermain bermakna menjadi strategi utama untuk mencapai capaian tersebut.

Capaian Pembelajaran pada Jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas)

Pada jenjang pendidikan dasar, Capaian Pembelajaran berfungsi untuk memperkuat kemampuan fundamental yang dibangun sejak PAUD. CP pada tahap ini mencakup pengembangan literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir logis dan kritis.

Kurikulum Merdeka menempatkan CP Dikdas dalam beberapa fase pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak lagi terikat pada ketuntasan materi per kelas, melainkan pada pencapaian kompetensi secara bertahap.

Struktur CP per fase dan jenjang dijelaskan secara rinci dalam artikel: Rumusan Capaian Pembelajaran per Jenjang Pendidikan (PAUD–SMA) .

Capaian Pembelajaran pada Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen)

Pada jenjang pendidikan menengah, Capaian Pembelajaran diarahkan untuk memperdalam pemahaman konseptual dan mempersiapkan peserta didik menghadapi peran sosial, pendidikan lanjutan, atau dunia kerja.

CP Dikmen menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, kolaborasi, serta penguatan karakter yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila.

Pada tahap ini, CP berfungsi sebagai penanda kompetensi akhir lulusan, yang dicapai melalui berbagai pengalaman belajar, baik akademik maupun non-akademik.

Kesinambungan CP dari PAUD hingga Dikmen

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka disusun sebagai satu kesatuan kebijakan. CP PAUD menjadi fondasi, CP Dikdas memperkuat struktur kemampuan dasar, dan CP Dikmen menyempurnakan kompetensi peserta didik sebagai lulusan pendidikan formal.

Kesinambungan ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka tidak memandang jenjang pendidikan sebagai tahapan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai proses belajar jangka panjang yang saling terhubung.

Implikasi Kebijakan bagi Satuan Pendidikan

Dengan CP sebagai kerangka lintas jenjang, satuan pendidikan diberi ruang untuk menyesuaikan perencanaan pembelajaran sesuai konteks peserta didik dan lingkungan. CP berfungsi sebagai acuan nasional, sementara strategi pembelajaran dikembangkan secara kontekstual.

Pendekatan ini memperkuat peran guru sebagai perancang pembelajaran, bukan sekadar pelaksana dokumen kurikulum.

Penutup

Capaian Pembelajaran jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan perubahan cara negara memandang proses belajar peserta didik. CP tidak lagi diposisikan sebagai target administratif, melainkan sebagai arah perkembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Dengan memahami CP secara lintas jenjang, pendidik dan pemangku kepentingan dapat melihat Kurikulum Merdeka sebagai upaya membangun pembelajaran yang utuh, manusiawi, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.


Editorial Note – PelajaranCG
Tulisan ini disusun dengan merujuk pada dokumen resmi Capaian Pembelajaran dan kebijakan Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Post a Comment for "Capaian Pembelajaran Jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen dalam Kurikulum Merdeka"