Penerapan Kurikulum Merdeka membawa perubahan mendasar dalam cara pemerintah merumuskan arah pembelajaran. Salah satu perubahan paling signifikan terletak pada struktur Capaian Pembelajaran (CP), yang berbeda secara konseptual dari kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Tulisan ini membahas perubahan struktur Capaian Pembelajaran sebagai kebijakan nasional, dengan menempatkan CP sebagai kerangka kompetensi jangka panjang, bukan sekadar target tahunan atau daftar materi.
Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Sebelumnya
Pada kurikulum sebelum Kurikulum Merdeka, struktur pembelajaran disusun secara bertingkat melalui standar kompetensi, kompetensi inti, kompetensi dasar, serta indikator pencapaian.
Dalam struktur tersebut, pembelajaran cenderung diorganisasi berdasarkan pembagian kelas dan tahun ajaran. Setiap tingkat kelas memiliki daftar kompetensi yang harus dituntaskan, sehingga proses belajar sering dipahami sebagai penyelesaian target tahunan.
Pendekatan ini membantu standarisasi, namun dalam praktiknya kerap membatasi fleksibilitas pembelajaran dan kurang memberi ruang pada perbedaan kecepatan belajar peserta didik.
Perubahan Paradigma dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka mengubah cara pandang tersebut dengan memperkenalkan Capaian Pembelajaran sebagai kompetensi akhir dalam satu fase. Fase pembelajaran mencakup rentang waktu yang lebih panjang dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik.
Perubahan ini menandai pergeseran dari pembelajaran berbasis kelas dan tahun, menuju pembelajaran berbasis perkembangan kompetensi. CP tidak lagi dipahami sebagai target yang harus dicapai setiap tahun, melainkan sebagai arah belajar yang dicapai secara bertahap.
Pengertian dasar tentang Capaian Pembelajaran dan perbedaannya dengan tujuan pembelajaran dibahas lebih rinci dalam artikel: Capaian Pembelajaran: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Tujuan Pembelajaran .
Perubahan Struktur CP dari Jenjang ke Fase
Salah satu perubahan struktural utama dalam Kurikulum Merdeka adalah penggunaan fase pembelajaran yang menggantikan pembagian kelas tahunan sebagai kerangka utama.
Fase dirancang untuk mengakomodasi keragaman perkembangan peserta didik, baik pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah. Dengan pendekatan ini, satuan pendidikan memiliki keleluasaan dalam mengatur ritme dan strategi pembelajaran.
Struktur CP berbasis fase ini dijelaskan secara rinci dalam artikel: Rumusan Capaian Pembelajaran per Jenjang Pendidikan (PAUD–SMA) .
Implikasi Perubahan Struktur bagi Perencanaan Pembelajaran
Perubahan struktur Capaian Pembelajaran berdampak langsung pada cara guru merancang pembelajaran. CP tidak diturunkan secara langsung menjadi aktivitas harian, melainkan dijabarkan melalui alur tujuan pembelajaran dan modul ajar.
Dengan struktur ini, guru didorong untuk lebih fokus pada ketercapaian kompetensi, bukan pada ketuntasan materi. Pembelajaran menjadi lebih adaptif dan memberi ruang refleksi atas proses belajar peserta didik.
Panduan memahami CP dan penerapannya dalam praktik pembelajaran dibahas dalam artikel: Cara Memahami Capaian Pembelajaran (CP) & Implementasi di Kelas .
Perubahan Struktur CP sebagai Arah Kebijakan
Perubahan struktur Capaian Pembelajaran tidak dimaksudkan untuk menambah beban administratif, melainkan untuk menyederhanakan kerangka pembelajaran nasional.
Dengan CP sebagai rujukan utama, pemerintah menetapkan arah kompetensi lulusan, sementara satuan pendidikan diberi kewenangan untuk menyesuaikan strategi dan pendekatan belajar sesuai konteks masing-masing.
Pendekatan ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka lebih menekankan kualitas proses belajar dibanding sekadar penyelesaian silabus.
Penutup
Perubahan struktur Capaian Pembelajaran dari kurikulum sebelumnya ke Kurikulum Merdeka menunjukkan pergeseran paradigma kebijakan pendidikan. CP tidak lagi diposisikan sebagai target tahunan, melainkan sebagai arah perkembangan kompetensi yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan memahami perubahan struktur ini, pendidik dan pemangku kepentingan dapat melihat Kurikulum Merdeka bukan sebagai pergantian istilah, melainkan sebagai perubahan cara berpikir tentang proses belajar.
Editorial Note – PelajaranCG
Tulisan ini disusun dengan merujuk
pada dokumen kebijakan resmi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan,
untuk menjelaskan perubahan struktur
Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.

Post a Comment for "Perubahan Struktur Capaian Pembelajaran dari Kurikulum Sebelumnya ke Kurikulum Merdeka"