Capaian Pembelajaran (CP) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini menjadi fondasi utama dalam Kurikulum Merdeka. CP PAUD dirancang bukan sebagai target akademik, melainkan sebagai arah perkembangan anak yang mencakup aspek nilai, karakter, dan kesiapan belajar.
Panduan ini membahas Capaian Pembelajaran untuk PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), serta Satuan Pendidikan Terpadu Anak Usia Dini (STPA), berdasarkan dokumen resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).
Posisi Capaian Pembelajaran PAUD dalam Kurikulum Merdeka
Dalam Kurikulum Merdeka, Capaian Pembelajaran PAUD ditempatkan pada Fase Fondasi. Fase ini menjadi tahap awal yang menentukan kesiapan anak untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar.
Berbeda dengan pendekatan akademik formal, CP PAUD menekankan proses tumbuh kembang anak secara holistik, meliputi perkembangan nilai dan karakter, bahasa, kognitif, sosial-emosional, serta motorik.
Pengertian umum tentang Capaian Pembelajaran dan kedudukannya dalam struktur kurikulum dibahas dalam artikel berikut: Capaian Pembelajaran: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Tujuan Pembelajaran .
Capaian Pembelajaran Fase Fondasi (PAUD)
Capaian Pembelajaran Fase Fondasi dirumuskan sebagai kompetensi awal yang harus dimiliki anak usia dini sebelum memasuki pendidikan dasar. Rumusan CP ini bersifat umum dan fleksibel, memberi ruang bagi satuan PAUD untuk menyesuaikan dengan konteks peserta didik.
CP Fase Fondasi mencakup beberapa dimensi utama, antara lain:
- nilai agama dan budi pekerti,
- jati diri dan kemandirian,
- kemampuan berkomunikasi dan berbahasa,
- kemampuan berpikir awal,
- perkembangan sosial dan emosional,
- serta keterampilan motorik.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAUD bertujuan membangun kesiapan belajar, bukan mengejar capaian akademik dini.
Implementasi CP pada Berbagai Satuan PAUD
Meskipun berada dalam satu fase yang sama, implementasi Capaian Pembelajaran PAUD perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
PAUD, TK, dan Kelompok Bermain (KB)
Pada PAUD, TK, dan KB, CP diterapkan melalui kegiatan bermain bermakna. Guru berperan sebagai fasilitator yang merancang pengalaman belajar berbasis eksplorasi, interaksi, dan refleksi sederhana.
Raudhatul Athfal (RA)
Pada RA, Capaian Pembelajaran PAUD diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan ini tetap merujuk pada CP nasional, dengan penekanan pada pembentukan akhlak, sikap religius, dan kebiasaan baik sejak dini.
Satuan PAUD Terpadu (STPA)
Pada STPA, CP Fase Fondasi menjadi acuan untuk mengelola layanan pendidikan anak usia dini secara terpadu, baik pada aspek pembelajaran, pengasuhan, maupun perlindungan anak.
Peran CP PAUD dalam Kesinambungan Pendidikan
Capaian Pembelajaran PAUD tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi dasar bagi pembelajaran pada jenjang berikutnya. CP Fase Fondasi dirancang agar anak siap secara fisik, emosional, dan kognitif untuk memasuki pendidikan dasar.
Kesinambungan CP lintas jenjang dibahas dalam artikel: Capaian Pembelajaran Jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen dalam Kurikulum Merdeka .
Implikasi CP PAUD bagi Pendidik dan Satuan Pendidikan
Dengan CP sebagai acuan, pendidik PAUD diharapkan memahami bahwa pembelajaran bukan tentang menilai capaian akademik, melainkan mengamati perkembangan anak secara menyeluruh.
CP memberi arah, sementara satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak dan lingkungan.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Capaian Pembelajaran PAUD
Dalam Kurikulum Merdeka, orang tua dipandang sebagai mitra dalam proses tumbuh kembang anak usia dini. Capaian Pembelajaran PAUD tidak dapat dicapai hanya melalui aktivitas di satuan pendidikan, melainkan membutuhkan dukungan lingkungan keluarga.
Peran orang tua bukan untuk mempercepat capaian akademik, melainkan menciptakan suasana rumah yang aman, hangat, dan mendukung eksplorasi anak. Kebiasaan sederhana seperti berdialog, memberi kesempatan anak mencoba, dan menghargai proses belajar menjadi bagian penting dari dukungan terhadap CP PAUD.
Dengan pemahaman yang selaras antara pendidik dan orang tua, anak memperoleh pengalaman belajar yang konsisten antara rumah dan sekolah.
Transisi PAUD ke SD dalam Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran PAUD dirancang untuk mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar secara bertahap dan manusiawi. Transisi dari PAUD ke SD tidak dimaknai sebagai loncatan akademik, melainkan sebagai kelanjutan proses perkembangan anak.
Kurikulum Merdeka menekankan bahwa kesiapan anak memasuki SD meliputi aspek emosional, sosial, bahasa, serta kemandirian dasar, bukan penguasaan calistung secara formal.
Dengan fondasi yang dibangun melalui CP Fase Fondasi, anak diharapkan memasuki SD dengan rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan mengikuti proses belajar tanpa tekanan yang berlebihan.
Penutup
Panduan Capaian Pembelajaran untuk PAUD, TK, KB, RA, dan STPA dalam Kurikulum Merdeka menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama proses belajar sepanjang hayat.
Dengan memahami CP Fase Fondasi secara utuh, pendidik dan satuan PAUD dapat menyelenggarakan pembelajaran yang lebih manusiawi, bermakna, dan selaras dengan perkembangan anak.
FAQ Reflektif tentang Capaian Pembelajaran PAUD
Apakah Capaian Pembelajaran PAUD sama dengan target belajar anak?
Tidak. Capaian Pembelajaran (CP) PAUD bukan target yang harus dicapai setiap anak secara seragam. CP berfungsi sebagai arah perkembangan, bukan ukuran keberhasilan akademik. Setiap anak tumbuh dengan ritme dan pengalaman yang berbeda.
Apakah anak PAUD harus sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung?
Tidak. Kurikulum Merdeka menegaskan bahwa PAUD tidak berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara formal. Fokus utama PAUD adalah kesiapan belajar, rasa ingin tahu, kemampuan berkomunikasi, serta kemandirian dasar anak.
Bagaimana guru PAUD menilai ketercapaian CP jika tidak ada nilai angka?
Penilaian dilakukan melalui observasi perkembangan anak. Guru mencatat proses, kebiasaan, dan perubahan perilaku anak dari waktu ke waktu, bukan membandingkan capaian antar anak.
Apakah CP PAUD berlaku sama untuk TK, KB, RA, dan STPA?
CP PAUD berlaku pada Fase Fondasi, namun penerapannya disesuaikan dengan karakter masing-masing satuan pendidikan. RA, misalnya, mengintegrasikan CP dengan nilai keagamaan, sementara STPA mengelola CP melalui layanan terpadu.
Apakah orang tua perlu memahami Capaian Pembelajaran PAUD?
Ya. Pemahaman orang tua terhadap CP membantu menciptakan keselarasan antara rumah dan sekolah. Anak akan tumbuh optimal ketika lingkungan belajar mendukung proses alaminya.
Bagaimana CP PAUD mempersiapkan anak ke jenjang SD?
CP PAUD membangun kesiapan anak secara menyeluruh, meliputi aspek emosional, sosial, bahasa, dan kognitif dasar. Dengan fondasi ini, anak lebih siap mengikuti pembelajaran di SD tanpa tekanan akademik dini.
Apakah CP PAUD bisa disesuaikan dengan konteks lokal?
Bisa dan dianjurkan. Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi satuan PAUD untuk mengembangkan pembelajaran sesuai budaya, lingkungan, dan kebutuhan anak, selama tetap mengacu pada Capaian Pembelajaran nasional.
Catatan Editorial – PelajaranCG
Bagian FAQ ini disusun bukan untuk menjawab keperluan administratif,
melainkan membantu guru dan orang tua memahami Capaian Pembelajaran PAUD
sebagai proses tumbuh anak, bukan perlombaan capaian.

Post a Comment for "Panduan Capaian Pembelajaran (CP) untuk PAUD, TK, KB, RA, dan STPA dalam Kurikulum Merdeka"