Apa itu CP? Pengertian, Prinsip dan Tujuannya

Sahabat #Pelajarancg taukah kamu bahwa pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka. CP adalah fokus utamanya.






Sejak diterbitkannya SK Kepala BSKAP tentu banyak Sahabat #Pelajarancg mencari tahu tentang CP. Khususnya bagi insan pendidik yang mesti menjalani SK Kepala BSKAP Nomor 008 Tahun 2022 tersebut. Lantas, apa itu CP? Seperti apa Prinsip dan tujuannya? Semua akan Pelajarancg ulas dalam artikel berikut ini!

https://pelajarancg.blogspot.com/



Apa itu CP?

CP adalah singkatan dari Capaian Pembelajaran, atau kompetensi minimum yang harus dilewati oleh siswa dalam setiap mata pelajaran. CP merupakan suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesa i kan suatu periode belajar (Dikti, 2015: 1).


CP dalam kurikulum merdeka merupakan keterampilan belajar yang dimiliki oleh siswa dan harus diselesaikan setiap tahap. Kurikulum Merdeka sendiri merupakan kurikulum yang dicanangkan oleh Kemendikbud Nadiem Makarim untuk mengatur kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat student centered learning atau berpusat pada siswa.


Sebagaimana diketahui bahwa Kurikulum Merdeka mengatur pembelajaran sesuai minat dan bakat anak dinilai lebih fleksibel dan berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi siswa.


Pembelajaran Konstruktivisme

Untuk bisa mencapai CP dalam kurikulum Merdeka, maka kegiatan pembelajaran dilakukan secara konstruktivisme. Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan kegiatan pembelajaran yang mengutamakan perkembangan logika serta konseptual pembelajar.


Melalui teori belajar ini maka anak bisa membuat atau mencipta suatu karya dan membangun suatu hal yang sudah dipelajari.


Kurikulum Merdeka juga menginginkan anak-anak Indonesia untuk tetap aktif, kecerdasan meningkat, kreatif dan mampu membuat suatu karya.


Teori belajar konstruktivisme memiliki beberapa tujuan seperti untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran lebih mendalam, mengasah kemampuan siswa dalam bertanya dan mencari solusi, siswa dapat memahami konsep secara komprehensif serta menjadi pemikir aktif.


Dalam teori belajar konstruktivisme, pengetahuan bukan kumpulan atau seperangkat fakta, konsep, kaidah untuk diingat. Konstruktivisme merupakan proses dalam memahami atau mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman nyata.


Dalam kurikulum Merdeka, pemahaman siswa tidak bersifat statis melainkan dinamis atau berevolusi secara konstan selama siswa tersebut dapat mengkonstruksikan pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya. Untuk memiliki pemahaman ini, sekolah dan guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang berpusat pada siswa dan bukan hanya memberikan siswa informasi yang kurang bermakna atau sekedar dihafalkan saja.


Melalui pembelajaran konstruktivisme, capaian pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang mengutamakan kompetensi bisa dicapai tanpa mengikat konteks serta konten pembelajaran.


Dengan demikian, diharapkan sekolah dan para pendidik bisa mengembangkan pembelajaran konstruktivisme, yang terpusat pada siswa, sesuai dengan konteks sekolah, perkembangan, minat dan bakat siswa.


Adapun isi dari capaian pembelajaran (CP) dalam kurikulum Merdeka adalah kumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun komprehensif berbentuk narasi. Pemetaan CP kurikulum Merdeka sesuai perkembangan siswa dalam fase usia.


Strategi untuk mencapai CP adalah dengan mengurangi cakupan materi dan mengubah tata cara penyusunan yang lebih fleksibel, sehingga siswa tidak merasa tertekan untuk mencapai pembelajaran tersebut.


Pengurangan Konten

Salah satu karakteristik dari kurikulum Merdeka yaitu fokus terhadap materi esensial seperti literasi dan numerasi. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas.


Ini juga berhubungan dengan CP siswa, di mana konsekuensi pembelajaran kurikulum merdeka berorientasi pada kompetensi sehingga perlu adanya pengurangan materi pelajaran atau pokok bahasa.


Dengan adanya pengurangan konten, maka guru tidak mengajar dengan terburu-buru untuk mencapai target yang begitu banyak serta dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Jika Guru menyampaikan pembelajaran secara terburu-buru maka siswa tidak punya waktu yang cukup untuk memahami konsep dengan mendalam. Padahal, hal tersebut penting untuk menguatkan fondasi kompetensi siswa.


Dari uraian diatas dapat disimpulkan, materi pembelajaran yang begitu padat mampu membuat siswa kehilangan kesempatan untuk lebih mengeksplor pengetahuannya dan mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik.


Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka untuk jenjang PAUD (TK/RA/KB), SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022.

Pelajari: CAPAIAN PEMBELAJARAN SMK/MAK MATA PELAJARAN KELOMPOK KEJURUAN DASAR-DASAR TEKNIK PERAWATAN GEDUNG KURIKULUM MERDEKA.

CP dalam kurikulum merdeka merupakan penjabaran dari elemen-elemen utama yang menjadi tujuan dari akhir pembelajaran dengan menerapkan kurikulum merdeka.


CP merupakan kemampuan siswa yang diperoleh melalui penggabungan/integrasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja setelah pembelajaran merdeka.


Istilah CP merupakan istilah baru yang dipakai dalam kurikulum merdeka, pada K-13 CP merupakan istilah untuk Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).


Oleh sebab itu CP dan kompetensi keduanya memiliki pengertian yang berbeda dari segi ruang lingkup pendekatan diantara keduanya.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa CP menjadi kompetensi yang harus dicapai oleh murid di akhir pembelajarannya.


Prinsip CP

Dalam perumusannya, CP memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :


1. Terukur dan spesifik

CP harus dapat diukur dan spesifik, berdasarkan hierarki tahapan konseptual proses pembelajaran yang hasil belajarnya dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa, seperti yang dinyatakan oleh European Commission (2011) dalam (ECFOP, 2017:33), bahkan secara spesifik Mahajan (2017:65) menyebutkan bahwa CP harus ditulis berdasarkan Taksonomi Bloom karena telah terbukti relevan untuk untuk membantu mengembangkan hasil belajar. Konsep taksonomi Bloom sangat sederhana, yaitu:
  • Sebelum memahami konsepnya, ingatlah dengan baik,
  • Pahami sebelum Sahabat #Pelajarancg menerapkannya,
  • Analisis proses sebelum anda mengevaluasinya.



Dalam proses menerapkan prinsip terukur dan spesifik tersebut ada beberapa aspek yang yang diperhatikan, yaitu :
  • Pemahaman dan pengetahuan. Kata pemahaman sering digunakan sebagai salah satu luaran yang diharapkan dari suatu pembelajaran tetapi maknanya seringkali kurang dipahami. John Dewey (1933) merangkum ‘Pemahaman’ dalam How We Think Understanding dengan menyampaikan bahwa (Pemahaman) adalah makna yang dikembangkan atau diproses dari fakta-fakta. Secara umum, pemahaman seringkali diidentikkan dengan pengetahuan. Padahal keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda.
  • Praktis. Bagaimana merancang dan melaksanakan eksperimen? Kata-kata yang umum digunakan adalah menunjukkan, menerapkan dll.
  • Keterampilan Generik. Keterampilan umum mencakup teknik pemecahan masalah, inti pembelajaran. Yang biasa digunakan kata-kata menganalisis, membandingkan, dll.



2. Fleksibel (sesuai proses dan tahap belajar siswa).

Fleksibel (sesuai proses dan tahap belajar siswa) Seringkali belajar dirasa sebagai sebuah perlombaan dan bukan proses. Kurikulum disusun sedemikian rupa sehingga siswa dijejali dengan berbagai materi yang hasil akhirnya berorientasi pada “sekadar tahu” dan bukan pemahaman atau penguasaan sedangkan siswa memerlukan waktu dan tahapan untuk mengupas konsep.


Capaian pembelajaran membawa perubahan dalam pendekatan pembelajaran di kelas dari yang berfokus kepada guru menjadi fokus kepada siswa. Menurut Harden karakteristik CP sebagai berikut:
  • Pengembangan CP jelas mendefinisikan hasil yang harus dicapai siswa pada akhir program pembelajaran
  • Desain kurikulum, strategi belajar, dan kesempatan belajar dilakukan untuk menjamin tercapainya CP
  • Proses penilaian disesuaikan dengan CP dan penilaian setiap individu siswa dilakukan untuk memastikan bahwa siswa mencapai target pembelajaran.



Tujuan CP

1. Tujuan Capaian Pembelajaran PAUD

Pembelajaran di PAUD adalah pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek perkembangan anak dengan penekanan pada kesejahteraannya. Tujuan Capaian Pembelajaran di PAUD adalah memberikan arah yang sesuai dengan usia perkembangan anak (nilai agama, fisik-motorik, emosional, bahasa, dan kognitif) agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.


2. Tujuan Capaian Pembelajaran Tingkat SD-SMA

Capaian pembelajaran (CP) menunjukkan kemajuan belajar yang digambarkan secara vertikal dari satu tingkat ke tingkat yang lain serta didokumentasikan dalam suatu kerangka kualifikasi. Selain itu, CP juga harus disertai dengan kriteria penilaian yang tepat yang dapat digunakan untuk menilai bahwa hasil pembelajaran yang diharapkan telah dicapai.


CP –bersama dengan kriteria penilaian– hal tersebut mengidentifikasi capaian pembelajaran sebagai tujuan belajar yang terukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa CP adalah kedudukannya sangat penting dalam pelaksanaan dan penilaian. Pencapaian CP hanya dapat diidentifikasi setelah siswa mengikuti proses pembelajaran melalui penilaian dan harus dapat didemonstrasikan dalam kehidupan nyata.


Itulah penjelasan seputar CP yang mesti dipelajari. Bagi Sahabat #Pelajarancg yang ingin membuat alur tujuan Pembelajaran (ATP) tentunya harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang akan dicapai, CP adalah salah satu fokus utamanya. Sudah siap membuat alurnya?

Bagikan:

Pelajari:

Belum ada tanggapan untuk "Apa itu CP? Pengertian, Prinsip dan Tujuannya"

Post a Comment